Kamis, 27 Oktober 2016

Diskusi Mengenai Metode Belajar

Metode Belajar Sifva Fauziah
Pada hari Senin 17 Oktober 2016 dalam mata pelajaran Keterampilan Belajar dan Literasi Informasi (KBLI) dilakukan diskusi secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari tiga orang, kebetulan saya sekelompok dengan Delia Amalia dan Asri Sriwahyuni. Topik dalam diskusi membahas metode belajar atau gaya belajar dari masing-masing. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk saling berbagi metode belajar, permasalahan dalam proses belajar, saling berbagi kritik dan juga saran.
Dalam kegiatan belajar saya menggunakan metode yang tidak menentu, terkadang saya menyesuaikan dengan mood saya dan mata pelajaran yang akan saya kerjakan dari segi inila saya menemukan kekurangan saya ketika belajar. Ketika belajar saya lebih suka pada waktu dini hari dalam keheningan malam yang terdengar hanya suara jangkrik dan semilir angin malam. Saya juga lebih suka belajar dengan mengeraskan suara saya layaknya sedang mengobrol dengan media yang saya gunakan, seperti handphone, notebook atau buku pelajaran. Saya merasa nyaman ketika melakukan metode belajar seperti itu walaupun terkadang metode ini mengganggu kenyamanan orang lain hehehe. Terkadang saya mendengarkan musik sambil belajar tetapi itu hanya dalam pelajaran tertentu saja, seperti matematika, fisika, kimia dan lain-lain. Saya melakukan metode ini sejak saya duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), metode ini bisa membantu saya dalam menjalani pembelajaran di sekolah.
Namun ketika menjadi mahasiswa, ya benar sekarang saya seorang mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran. Saya merasa tidak bisa mengatur waktu belajar saya dengan baik seperti ketika SMP dan SMA. Semenjak menjadi mahasiswa saya tidur larut malam mengerjakan tugas jadi waktu untuk bangun dini hari selalu terlambat. Yang mengejutkan, ketika ada tes mengenai metode belajar yang dianjurkan untuk diikuti oleh dosen mata pelajaran KBLI ternyata hasil yang saya terima tidak sesuai dengan diri saya. Saya dinyatakan sebagai tipe orang yang senang menggunakan metode audio dan membaca padahal saya lebih suka belajar ditempat yang hening, tetapi memang benar saya juga suka mendengarkan musik ketika belajar. Untuk metode membaca, saya setuju dan tidak setuju karena pelajaran yang harus dibaca kadang membosankan sehingga membuat saya kurang tertarik untuk membaca dan mempelajarinya. Entahlah, saya merasa masih bingung dalam melakukan metode belajar yang sesuai dengan diri saya. 

Metode Belajar Delia Amalia

Pada hari Senin 17 Oktober 2016 dilakukan diskusi secara berkelompok. Saya sekelompok dengan Sifva Fauziah dan Asri Sriwahyuni. Topik dalam diskusi membahas metode belajar atau gaya belajar dari masing-masing. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk saling berbagi metode belajar, permasalahan dalam proses belajar, saling berbagi kritik dan juga saran.
Metode belajar yang biasa saya lakukan tergantung dari jenis pelajarannya itu sendiri. Tapi secara dominan untuk jenis hapalan saya lebih suka untuk membacanya dengan cara mengeraskan suara. Selain itu, saya juga harus melapalkannya selayaknya seorang guru yang sedang mengajar. Menurut saya ini yang paling efektif. Apabila mulai bosan saya biasanya sambil mendengarkan music, namun music yang digunakan jangan berbahasa Indonesia karena bukan menambah focus tetapi menjadi pindah fokus. Saya biasanya menggunakan musik berbahasa Inggris. Walaupun masih mengerti tapi setidaknya tidak mengerti secara penuh. Alirannya disesuaikan terkadang pop, akustik, bahkan klasik.
Saya mempunyai masalah yang menurut saya ini aneh. Masalah ini hadir mulai saya masuk SMP kelas 8. Pada waktu itusya mulai merasakan kejanggalan. Saya sering menonjol di diskusi kelas, soal-soal yang sulit. Namun ketika ujian saya menjadi berfikiran terlalu jauh. Dan yang terjadi adalah saya menjadi kebingungan dalam mengerjakan ssoal. Alhasil ujian saya pun kacau karena pikiran saya yang terlalu tinggi itu. Masalah kedua adalah saya sering lupa dengan apa yang telah saya baca ketika malam. Ketika ujian tiba-tiba sebagian besar dari apa yang say abaca hilang.
Untuk mengatasi masalah tersebut saya pernah tanyakan pada seseorang yang memilki nilai yang baik. Dalam hati saya fikir dia bisa membagi metode belajar yang dia gunakan. Dan yang terjadi adalah sebuah jawaban yang sangat memukul saya. Dia berkata “ Bukan metodenya dulu yang dipikirkan tetapi bagaimana dan seberapa sering Kamiu belajar”. Setelah mendengar jawaban itu berarti tidak ada masalah dengan gaya belajar saya. Ynag harus saya lakukan adalah belajar dan latihan yang lebih giat, emudian berfikir posistif dalam segala tindakan.
Ketika saya memasuki perkuliahan saya bertemu dengan mata kuliah yang membahas metode pembelajaran. Ketika saya memepelajarinya saya merasa sedikit mengambil jarak. Maksudnya saya tidak terlalu percaya dengan hasil tes yang menuliskan bahwa saya memiliki metode belajar audio dan praktik. Hal itu disebabkan karena saya tidak bisa belajar hanya dengan mendengarkan, saya harus membacanya dan baru saya lapalkan dan juga praktikan. Tetapi dilain sisi saya juga percaya, karena saya tidak bisa belajar apabila ada suara-suara diluar suara music, music pun harus yang saya sukai. Saya lebih nyaman di keheningan.
Setelah saya membaca metode-metode belajar yang ada ternyata memang semua yang saya lakuakan ketika belajjar adalah metode auditori. Pada saat itu sya mulai percaya bahwa metode belajar itu penting. Kemudian untuk mengurangi masalah yang saya hadapi saya berusaha untuk lebih tenang dan berpikir positif dalam mengerjakan setiap soal. Satu yang paling penting adalah keprcayaan pada diri sendiri. Jujur sangat sulit untuk melakuakan strategi ini, namun saya akan coba terapakan untuk kedepannya.
Masalah dalam proses belajar juga keika saya memasuki perkuliahan menjadi bertamabah. Faktor yang paling utama adalah adanya teman sekamar yang membuat saya tidak bisa menerapkan metode belajar tersebut dengan optimal. Setelah saya lakukan critical thinking, saya mendapat satu solusi yaitu dengan berbicarajujur pada teman sekamar saya mengenai gaya belajar saya. Namun jawaban yang saya terima adalah tidak sesuai dengan keinginan saya. Hal tersebut membuat saya untuk mencari cara lain. Cara yang saya dapat adalah dengan belajar ketika dia tidur. Hal tersebut cukup efektif, namun menyiksa keadaan badan saya. Akhirnya saya sekarang berusaha memanfaatkan waktu untuk mebaca ketika dia tidak ada.
Saran :
Menurut saya, lebih baik Delia tetap mempertahankan dan mempergunakan metode belajar delia yang sudah terbiasa dilakukan walaupun hasil dari tes kepribadian berbeda dengan hasil yang sebenarnya. 

Metode Belajar Asri Sriwahyuni
Pada hari senin, 17 Oktober 2016 mata kuliah KBLI memberikan tugas kepada mahasiswa mengenai metode pembelajaran yang digunakan oleh mahasiswa. Tugas ini bertujuan agar mahasiswa dapat lebih mengenal dirinya sendiri mengenai metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang selama ini saya gunakan adalah audio visual atau pembelajaran dengan cara menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat-alat media pengajaran yang dapat memperdengarkan, atau memperagakan bahan-bahan tersebut sehingga mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung, mengamat-amati secara cermat, memegang / merasakan bahan-bahan peragaan itu. Pada setiap kali penyajian bahan pelajaran semestinya guru menggunakan media pengajaran, seperti lembaran balik, papan planel, proyektor, dan lain sebagainya Metode pembelajaran yang saya gunakan selalu berbeda. Namun seiring berjalannya waktu,saya merasakan perubahan mengenai metode pembelajaran di fkep. Awalnya memang saya belajar dengan metode audio fisual,tetapi saat di fkep berubah terkadang saya mengerti apa yang dibicarakan dosen terkadang saya bingung. Saya tidak bisa belajar ketika saya sedang mengalami stress atau ada hal berat yang dipikirkan,sehingga fokus saya terbagi menjadi dua. Pembelajaran yang saya lakukan sulit untuk berkelompok karena dengan belajar secara kelompok menurut saya kurang efektif dan seringkali ketika belajar kelompok tidak dapat belajar dengan fokus. Hal ini disebabkan karena ketika belajar berkelompok tidak semua terfokus pada pembelajaran ,tetapi selalu ada kegiatan lain diluar pembeljaran. Saya lebih suka belajar sendiri dengan keadaan hening,tenang, dan tidak ada gangguan apapun. Terkadang saat saya sedang belajar fokus, saya sulit untuk ditanya atau mungkin saya akan merasa marah ketika ada yang mengganggu saya belajar dengan fokus. Saya tipe orang yang mudah bosan dan jika saya sudah mulai bosan tidak dapat melanjutkan pembelajaran dengan benar, maka dari itu saya lebih senang jika dalam pembelajaran ada praktek-prakteknya yang lebih mudah saya pahami. Saya belajar ketika malam hari,tetapi tidak hanya malam hari karena jika hanya malam hari saya terkadang lupa apa yang telah dipelajari,sehingga saya lebih dapat menghapal ketika akan menjelang subuh. Seringkali saya menggunakan media handphone, laptop  atau buku untuk mencari bahan referensi belajar, tetapi saya juga selalu meminta teman untuk menjelaskan kembali tentang pelajaran yang dibahas. Seringkali says belajar dengan menyalakan musik agar tidal merasa bosan dan saya juga selalu menyiapkan makanan atau cemilan serta minuman sebelum akan memulai pembelajaran agar ketika saya merasa haus atau lapar tidak harus menyiapkannya terlebih dahulu karena ketika saya sedang belajar lalu harus melakukan kegiatan lain terlebih dahulu fokus saya akan terbagi dan sulit untuk mempelajari pelajaran.
Dalam hal ini saya dapat menyimpulkan bahwa metode pembelajaran setiap orang itu dapat berubah tegantung dari keadaan orang tersebut. Tidak ada yang salah dalam memiliki metode pembelajaran yang unik atau beda dari yang lain karena setiap orang mempunyao caranya masing-masing untuk dapat memahami dalam belajar. Khususnya saya sendiri,saya harus dapat mengatur waktu saya dalam belajar karena saya pribadi merasa kurang memaksimalkan metode pembelajaran yang saya miliki.
 

Dari diskusi ini kami menemui kesamaan dalam metode belajar namun semua hal itu kembali kepada diri kita masing-masing.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar